Setiap Warga Kurang Mampu Berhak Mendapatkan Perlindungan Sosial

Setiap Warga Kurang Mampu Berhak Mendapatkan Perlindungan Sosial

Mensos: Perlindungan Sosial Berupa PKH, KIP, KIS, dan Rastra

 Jakarta, Beritakota Online-Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bagi anak dan warga kurang mampu berhak mendapatkan perlindungan sosial atau social protection, berupa Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), serta Beras Sejahtera (Rastra).

“Anak dan warga kurang mampu, berhak mendapatkan perlindungan sosial atau social protection, berupa Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), serta Beras Sejahtera (Rastra), ” ujar Mensos di Rumah Singgah Kota Tangerang, Banten, Kamis (5/1/2017).

Misalnya, untuk KIS, kata Mensos, diberikan kepada keluarga kurang mampu agar bisa mengakses layanan kesehatan. Sedangkan, Rastra agar mereka bisa memenuhi kebutuhan dasar pangan, yaitu beras sebagai makanan pokok.

“Untuk PKH diberikan kepada warga kurang mampu dengan basis keluarga, dan KIP diperuntukan bagi anak dari keluarga kurang mampu yang berusia 6 – 21 tahun atau usia sekolah, ” ucapnya.

Proses penyisiran perlu dilakukan, agar bisa mengetahui jikalau ditemukan warga yang berhak atau eligible menerima perlindungan sosial berupa bantuan sosial (bansos), berupa PKH, KIP, KIS, Rastra dan sebagainya.

“Saya kira proses seperti ini perlu dilakukan, sambil datang sekaligus menyisir kembali jikalau ada warga yang berhak atau eligible menerima perlindunan sosial berupa bansos untuk segera dipenuhi, ” tandasnya.

Diperlukan respon cepat atas berbagai permasalahan, tapi tidak semua bisa terpublish. Penjangkauan oleh media sosial dan media online tentu menjadi informasi berharga bagi jajaran Kementerian Sosial untuk melakukan upaya pemenuhan layanan.

“Saya ucapkan terima kasih atas penjangkauan dari teman-teman media, tapi saya juga menjadi bagian dari grup seperti Sakti Peksos, TKSK dan tim tanggap darurat. Bahkan, jadi direktur anytime dan anyware, ” katanya.

Kemarin, direktur diminta untuk komunikasi kalau memang dimungkinkan dievaluasi dari Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA), tapi ternyata berada di Bangil, Jawa Timur, untuk menangani kasus dengan korban anak.

“Saya cek yang di Surabaya pada dini hari saat tahun baru. Di sana sedang  ada proses evakuasi. Jadi, saya ingin menyampaikan tidak semua bisa terpublish dari grup dan saya menjadi bagian di dalamnya. Sebab, luasnya wilayah dan penjangkuan dan pelayanan untuk pemenuhan banyak sekali, ” terangnya.

Di Kementerian Sosial (Kemensos), telah ada layanan call center yang aktif selama 24 jam dan 7 hari dalam seminggu, yaitu di 1500771 terkait dengan perlindungan anak. Sedangkan, untuk masalah terkait dengan penanganan napza di 1500171. ( Marwan)

Editor : Andi A Effendy


Halaman Depan | Lihat Daftar Berita Pilihan, Berita Terkini, Berita Utama, Nasional | trackback from your own site.


Comments are closed.

Tulisan Terkait

22 - Oct – 2013 - Admin1

Kemensos Bedah Masalah Sosial Di Jawa Timur Lansia Butuh Perhatian dan Penanganan

6 - Jul – 2014 - Admin1

Berita Foto : Panglima Kodam VII Wirabuana Bersama Ketua KPU Dan Bawaslu Sulsel Hadiri Teleconference Bersama KASAD

19 - May – 2016 - Admin1

Operasi Patuh 2016, Polwan Polres Pare Pare Bagikan Bunga Dan Coklat Pengendara Ranmor

3 - Feb – 2015 - Admin1

Bakti Sosial di Pinggiran Danau Poso

6 - Jun – 2014 - Admin1

Kompolnas Nilai ” Rapor Merah” Untuk Kapolda Dan Wakapolda Sulselbar

Tulisan Terkait

26 - Nov – 2015 - Admin1

Wow, Inilah Wajah Babi Ngepet Diduga Kuras Uang Warga, Eh Apes Ditangkap Dan Menangis ?

2 - Sep – 2014 - Admin1

Lurah Biraeng : Pelayanan Masyarakat Tak Mengenal Waktu

4 - Apr – 2015 - Admin1

Di Makassar Dirlantas ” Alergi Wartawan “, Pindah Ke Mabes Polri Urusi Wartawan

6 - Mar – 2016 - Admin1

Alhamdullilah, Tahanan Narkoba Reskrim Polda Sulselbar Akhirnya Tertangkap

14 - Mar – 2013 - Admin1

Waspadai Modus Pura-pura PHK Biar Dana JHT Jamsostek Cair

View Desktop Version
by Mobile Domain