Geliat Semen Tonasa Hadapi MEA 2015, Tetap Dukung Proyek Pembangunan Infrastruktur Kawasan Indonesia Timur

Geliat Semen Tonasa Hadapi MEA 2015, Tetap Dukung Proyek Pembangunan Infrastruktur Kawasan Indonesia Timur

Semen Tonasa terletak di desa dekat kaki gunung. Gunung-gunung dari Maros hingga Kabupaten Barru adalah gunung dengan batuan kapur. Jadi untuk di daerah sini, kami tak pernah ragu untuk membangun pabrik semen. Walaupun ratusan tahun kami beroperasi di sini, kapurnya tak akan habis.

Adapun Perusahaan ini sejak tahun 1960 kami berdiri, baru sedikit saja kapur yang kami ambil dari gunung. Jadi artinya di sinilah pusat batu kapur. Kalau orang dari Jakarta biasanya tidak tahu Semen Tonasa itu apa dan di mana letaknya. Tapi kalau Semen Indonesia, orang pasti kenal.

Semen Tonasa dibangun sejak 1960. Satu-satunya pabrik semen yang dibangun melalui Tap MPRS (Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara). Kemudian setelah delapan tahun pembangunan, barulah pada 1968, pabrik Semen Tonasa I beroperasi. Waktu itu kapasitas produksinya 120 ribu ton per tahun. Letaknya 20 kilometer sebelum masuk Pangkep, namun pada 1984 pabrik itu kita stop karena tidak ekonomis.

PT Semen Tonasa kini memasuki usia lebih dari setengah abad. Sementara itu, “pemain baru” di industri, dari dalam maupun luar negeri, terus berdatangan untuk memperebutkan ceruk pasar semen di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Namun seiring dengan strategi perusahaan untuk tetap mempertahankan kinerjanya, Semen Tonasa tetap bertekad menjadi “raja semen di KTI”.

Kinerja operasi  dari 2011 ke 2016 terus meningkat dari sisi produksi. Namun di 2015 terjadi perlambatan ekonomi. Di tahun 2015 yang kami kira ada kenaikan demand, ternyata justru menurun, sehingga mempengaruhi produksi.

Dari sisi penjualan, di 2014 sudah mampu menjual 6,6 juta ton. Namun di 2015 dan Semen Tonasa hanya mampu menjual 6,4 juta ton. Dari sisi penjualan dalam negeri sebenarnya naik, karena yang menurun adalah ekspor.

Seperti kita ketahui, bukan hanya Indonesia yang mengalami krisis ekonomi, tetapi tujuan ekspor Semen Tonasa juga mengalami krisis. hingga akhirnya saat itu kami memiliki tujuan ekspor khusus yakni ke Dili. Di Dili market share Semen  Tonasa  cukup besar yaitu 60%. Pemerintah Dili masih percaya dengan kami karena dari dulu mereka punya ikatan yang kuat dengan Semen Tonasa.

Semen Tonasa diharapkan di 2016 ini ada lonjakan permintaan. Di September  ini sepertinya sudah ada titik terang yang akan menaikkan volume penjualan kami.

Dari sisi kinerja keuangan juga dari 2011 naik terus. Namun di 2015 laba bersih kami agak berkurang karena faktor demand semen itu sendiri. Meski begitu dari sisi market share kami di 2015 malah meningkat 0,1% dibanding tahun 2014. Artinya dari segi persaingan, Semen Tonasa masih lebih baik.

Direktur Utama PT Semen Tonasa, Unggul Attas nyatakan siap hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015, karena produknya kini sudah menguasai 42% pasar kawasan timur Indonesia dan memiliki “brand image” melekat pada konsumennya.

Tahun 2016 hingga September ini, asumsi awal pertumbuhan adalah 5,5%-6%. Tapi realisasi sampai dengan September tidak seperti yang kami harapkan.

Pertumbuhan demand di KTI 4,2%. tetapi growth supply dari Semen Tonasa di wilayah KTI adalah 4,5%. Artinya growth supply kami masih lebih besar dari growth demand di kuartal pertama 2016.

Market share kami di KTI pada kuartal pertama 2016 38,9%, tumbuh 0,1% dibanding kuartal pertama 2015. Sedangkan untuk market share 2015 naik 0,3% dari 39,1% di 2014 menjadi 39,4% di 2015.

Mengenai pola penjualan, di kuartal pertama biasanya memang terjadi perlambatan. Ini sudah dirasakan oleh kami dan pemain semen lainnya. Tapi melihat dari benchmark growth supply, kami yang tertinggi dibanding pemain semen yang lain karena yang lain malah minus atau tumbuh hanya tipis.

Selain itu, pabrik semen yang sudah berdiri sejak tahun 1978 ini memiliki perusahaan afiliasi yang mendukung segala lini produk, mulai bahan baku, pengemasan, distrubusi atau pengiriman, angkutan darat laut hingga penyediaan energi listrik secara mandiri.

“PLTU (pembangkit listrik tenaga uap) berbahan baku batu bara, kita (Tonasa) satu-satunya pabrik semen yang memiliki, karena PLN tidak sanggup menyediakan kebutuhan energi yang kita butuhkan,” ujar Unggul,

Terkait MEA, sudah ada beberapa industri semen mancanegara yang berencana investasi di Sulsel, yaitu dari Tiongkok, Thailand dan Vietnam. Namun, Unggul mengemukakan bahwa pihaknya “tidak takut” kelak bersaing dengan kompetitor mancanegara. Menurut dia, saat ini saja sudah ada produsen semen dalam dan luar negeri yang produksi dan memasarkannya di KTI, meliputi provinsi di Pulau Sulawesi, Papua, NTT, NTB, Maluku hingga Bali, tetapi Tonasa tetap menguasai 42% pasar.

Sebagai Perusahaan Semen yang sementara ini unggul di Kawasan Indonesia Timur, Semen Tonasa melebarkan sayap untuk membantu pembangunan infrastruktur dikawasan diluar Pulau Sulawesi, Guna menunjang pekerjaan sejumlah proyek besar yang ada di Maluku, PT. Semen Tonasa mendukung ketersediaan bahan baku semen agar pekerjaannya dapat berjalan lancar.

“Kami akan mendukung sejumlah proyek infrastruktur besar yang sedang dijalankan di Maluku agar dapat terselesaikan pekerjaannya denga menjamin suplai bahan baku semen,” kata Unggul Attas

Beberapa proyek besar yang sedang dikerjakan antara lain pembangunan Jembatan Merah Putih (JMP) yang nantinya membentang di Teluk Ambon, dimana kebutuhan bahan baku semen sampai pekerjaan tersebut rampung kurang lebih 20 ribu ton.

Begitu juga rencana pembangunan hotel Victoria Park yang akan dijalankan Space konsorsium di kawasan Belakang Kota dengan investasi sebesar Rp1,7 triliun, dimana ditargetkan proyek ini akan rampung dan sudah bisa beroperasi tahun 2015 yang lalu.

“Kami akan menjamin kelancaran suplai bahan baku semen guna menunjuang pembangunan berbagai proyek fisik yang ada di 11 kabupaten-kota di Maluku, termasuk dua mega proyek tersebut (JMP dan hotel Victoria Park-red),” ungkapnya.

Dia mengatakan, pertumbuhan komsumsi semen di Maluku sejauh ini terus meningkat, dimana pada triwulan pertama tahun 2016 telah mengalami peningkatan sebesar sembilan persen dibanding tahun sebelumnya.

“Kebutuhan semen di Maluku  mengalami peningkatan dengan permintaan mencapai tiga kali lipat jika dibandingkan dengan permintaan yang sama tahun 2015,” katanya.

Kendati mengalami peningkatan tiga kali lipat, namun tingkat komsumsi semen di Maluku masih berada dibawah Kalimantan yang berjumlah 226 kg per orang serta Bali dan Nusa Tenggara yang mencapai 242 kg per orang. Sementara di Maluku tingkat konsumsi semen baru mencapai 204 kg per orang.

Dirinya juga menegaskan, kalau pihaknya juga siap mendukung proyek pembangunan infrastruktur pemerintah yang merupakan implementasi dari Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) khususnya di koridor VI yang mencakup Maluku, Papua, Papua Barat dan Maluku Utara.

“Proyek pembangunan dalam mekanisme MP3EI akan memacu permintaan semen di dalam negeri. Untuk itu, beberapa industri sudah berinvestasi untuk membangun pabrik penggilingan semen dan pabrik pengepakan (packing plant),” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini pasokan semen ke wilayah timur Indonesia lebih terjamin menyusul dengan beroperasinya pabrik semen tonasa V di Pangkep,

“Dengan beroperasinya pabrik ini, pasokan semen ke seluruh daerah di Indonesia Timur menjadi terjamin. Buktinya setahun terakhir sudah tidak ada lagi kelangkaan semen,” katanya

Penulis : Andi A Effendy


Halaman Depan | Lihat Daftar Berita Pilihan, Berita Terkini, Berita Utama, Ekobis | trackback from your own site.


Comments are closed.

Tulisan Terkait

4 - Oct – 2012 - Admin1

CRC : Sementara Syamsari-Kitta Ungguli Bur-Nojeng

24 - Mar – 2016 - Admin1

Stakeholder Meeting Proyek Promote-ILO Dilaksanakan di Makassar

9 - Sep – 2012 - Admin1

Dayung Raih Medali Emas Pertama di PON Riau

23 - Jan – 2013 - Admin1

Pemilih di RW 02 Borong Cuma 50 Persen Datang Mencoblos

5 - Aug – 2014 - Admin1

Berita Foto : Gubernur Sulsel Resmikan Tempat Pemeliharaan Udang di Pangkep

Tulisan Terkait

21 - Jul – 2013 - Admin1

Pelajar di Makassar Tewas Tersengat Listrik

22 - Nov – 2015 - Admin1

Video : Ketua Akli Sulsel Mengharapkan Kedepan Kokoh Mengikuti Perkembangan Moderen

6 - Mar – 2016 - Admin1

Polwan Cantik Polres Mamasa, Bripda Sri Wahyuni Raih Sejumlah Prestasi

11 - Oct – 2013 - Admin1

40 Perusahaan Melanggar Jamsostek di Sergai Dipanggil

21 - Aug – 2014 - Admin1

A Muhammad Rahmat Resmi Nahkodai Bank Sulselbar

View Desktop Version
by Mobile Domain