Waduh, Warga Sorot Kinerja Oknum Kades Panyangkalang Kabupaten Takalar, Dinilai Sangat Arogan

Waduh, Warga Sorot Kinerja Oknum Kades Panyangkalang Kabupaten Takalar, Dinilai Sangat Arogan

Takalar, Beritakota Online-Tindakan arogan Kepala Desa Panyangkalang Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar, Ahmad Sabang, kini disorot warganya. Pasalnya, Kepala Desa yang baru menjabat sekitar 3 bulan ini memberhentikan seorang Imam Dusun yang bernama Barakka Dg Tompo dengan alasan yang sepele dan tanpa adanya peringatan terlebih dahulu. Bahkan, dalam surat tersebut tidak tercantum dasar alasan pemberhentian.

Persoalannya, hanya karena Imam ini tidak memenuhi permintaan Kades saat Idul Fitri 1437 H untuk melaksanakan shalat Idul Fitri di satu Lokasi, malah Imam ini melaksanakan pula Shalat Idul Fitri di lokasi lain yakni di Mesjid di salah satu dusun di desa tersebut.

Padahal, kata Barakka Dg Tompo, sebagai Imam (perangkat desa) yang dibawahi oleh Kades seharusnya Kades Ahmad Sabang, memanggil atau membuat surat peringatan terlebih dahulu sebelum membuat surat pemberhentian tersebut. “apabila memang ada kesalahan atau pelanggaran yang saya buat, khan saya bisa memberi penjelasan dan dapat di selesaikan secara kekeluargaan”ujarnya

Bahkan, menurut Barakka Dg Tompo, sebelum kami melaksanakan Shalat Idul Fitri di Mesjid tersebut, kami sudah memberitahukan Kades.

Alasannya, karena setelah memakan waktu yang lama mesjid pun selesai direnovasi, warga merasa senang dan sudah menghajatkan akan melaksanakan Shalat Idul Fitri di Mesjid itu dan hanya sekali untuk tahun ini. Warga pun sepakat untuk menunjuk dirinya sebagai Imam Shalat Idul Fitri 1437 H saat itu.
Apalagi, lanjut Dg Tompo, dirinya sebagai Imam dalam pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Mesjid ini tidak ada aturan yang dilanggarnya “Dengan adanya permintaan warga yang menunjuk dan mendesak saya sebagai Imam pada Shalat Idul Fitri di Mesjid tersebut, saya pun tak mampu menolaknya karena mereka sudah menghajatkan apabila mesjid tersebut selesai di renovasi, mereka ingin melaksanakan Shalat Idul Fitri di Mesjid tersebut dan hanya sekali untuk tahun ini saja,” jelasnya

Adanya permintaan kades agar pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1437 H dilaksanakan di satu lokasi, Dg Tompo mengakui memang dia mengetahuinya. Tapi dia pun sudah menyampaikan ke Kades adanya permintaan warga yang ingin melaksanakan di lokasi lain, apalagi pelaksanaan Shalat Idul Fitri di 2 lokasi itu berjauhan jadi selain tidak mengganggu juga membantu warga yang tinggal di sekitar mesjid tersebut.

“Makanya, saya sangat kecewa dan menyesalkan tindakan semena-mena dan arogansi Kepala Desa Panyangkalang, Ahmad Sabang, dengan membuat surat pemberhentian saya sebagai Imam di Dusun Lure Desa Panyangkalang hanya karena masalah ini. Tanpa terlebih dahulu memanggil dan memberi kesempatan kepada saya untuk menjelaskan. Dan anehnya, dalam Surat Keputusan pemberhentian tersebut, Kades tidak mencantumkan alasan yang mendasari sehingga dia membuat surat pemberhentian saya sebagai Imam”. tandasnya. ( Irwan H Idris)

Editor: Andi A Effendy


Halaman Depan | Lihat Daftar Berita Pilihan, Berita Terkini, Daerah | trackback from your own site.


Comments are closed.

Tulisan Terkait

5 - Nov – 2014 - Admin1

Muspida Sulsel Sambut Presiden RI Joko Widodo Dan Rombongan Tiba di Makassar Disambut Muspida

28 - Mar – 2015 - Admin1

TNI Dan Jurnalis di Jeneponto Jalin Kemitraan Dengan Latihan Menembak

13 - Jun – 2012 - Admin1

Pertamina Minta Pemprov “Selamatkan” BBM Bersubsidi di Sulsel

22 - May – 2012 - Admin1

Peringatan Hari Kebangkitan Disambut Aksi Mahasiswa

13 - Mar – 2013 - Admin1

Dirlantas : Paur STNK Berkantor Didua Tempat

View Desktop Version
by Mobile Domain