Gara-gara Tetapkan Tiga Janda Tersangka, Penyidik Polres Maros Didemo Amara Minta Kapolda Copot

Gara-gara Tetapkan Tiga Janda Tersangka, Penyidik Polres Maros Didemo Amara Minta Kapolda Copot

Maros, Beritakota Online-Polres Maros didemo oleh Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Anti Kriminalisasi (Amara) Maros, Sulawesi Selatam, lantaran menetapkan tiga orang janda sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggunaan buku nikah palsu, Kamis (1/9/2016).

Saat aksi ada pocong juga ikut mengambil tempat di sekitaran massa. Pocong yang diperagakan oleh seorang pendemo ini menandakan matinya proses hukum di Maros.

Hal tersebut dikatakan olehJenderal lapangan, Yunus. Menurutnya, tiga janda tersebut yakni Rosnia, Sri Ramayanti dan Lasminingsi merupakan istri almarhum Sanuddin, warga Jl Bambu Runcing, Turikale Maros.

Sementara pelapor merupakan anak tiri ketiga janda tersebut yakni, Sukmawati. Dalam kasus ini, massa menyalahkan seorang penyidik reskrim Polres Maros, Ipda Nyoman Sutarma.

“Kami minta pak Nyoman itu dievaluasi atau dicopot saja. Kenapa menetapkan tiga janda ini sebagai tersangka, sementara alat buktinya belum cukup,” katanya, seperti dilansir Tribun.

Sukmawati yang merupakan anak dari istri pertama Sanuddin, ingin menguasai semua harta peninggalan ayahnya. Dia menuduh ketiga ibu tirinya, menggunakan buku nikah palsu, sehingga pernikahannya dengan Sanuddin tidak sah.

“Apa yang ditahukan ketiga janda ini. Yang menikahinya kan ini Sanuddin. Yang keluarkan buku nikah itu adalah KUA. Disinilah peran pak Nyoman memaksakan penetapan ini,” ujarnya.

Nyoman Sutarma dinilai masuk angin dan melakukan diskriminasi hukum. Pasalanya, empat laporan ketiga janda tersebut, yakni penipuan, dua laporan penggelapan dan pemalsuan kepada Sukmawati belum pernah ditindaklanjuti.

Sebelum penetapan tersangka, penyidik belum pernah melakukan pemeriksaan saksi termasuk dari Kantor Urusan Agama (KUA).

“Kami sudah melaporkan pak Nyoman ke Polda Sulsel. Kami meminta supaya turun mengevaluasi penyidik ini. Kami minta Kapolres untuk SP3 kan kasus ini. Kasihan orang ditetapkan tersangka tanpa bukti kuat,” katanya.

Massa mengancam, jika tuntutannya tidak ditindaklanjuti, maka akan berunjuk rasa lagi dengan mendatangkan massa yang lebih banyak.

Kabag Ops Polres Maros Kompol Mulyadi mengatakan, kasus tersebut masih tahap pengumpulan bukti. Pasalnya, penyidik belum memiliki bukti cukup untuk menetapkan tersangka.

“Kami masih pengumpulan data. Belum ada penetapan tersangka. Buktinya saja belum cukup. Semua laporan yang masuk, wajib ditindaklanjuti,” katanya. ( Syamsul)

Editor : Andi A Effendy


Halaman Depan | Lihat Daftar Berita Pilihan, Berita Terkini, Daerah | trackback from your own site.


Comments are closed.

Tulisan Terkait

13 - Feb – 2017 - Admin1

Kantor Balai Desa Akuni Tinanggea Mulai Dioperasikan Untuk Tempat Pelayanan Masyarakat

11 - Feb – 2016 - Admin1

Prajurit Babinsa Koramil 1303-07/Dumoga Berseragam Tolu Tanam Padi Bersama Petani

18 - Aug – 2014 - Admin1

Kuswiyoto : Makassar Smart Card Optimis Raup DPK Mencapai Rp.200 Miliar

18 - Nov – 2014 - Admin1

Presiden Joko Widodo Tetapkan Kenaikan Premium Rp. 8500

31 - Mar – 2015 - Admin1

Berita Foto : Ratusan Mahasiswa Maspul Aksi Demo di Mapolrestabes Makassar

View Desktop Version
by Mobile Domain