200 Dai LDII se-Sulawesi Selatan Dalami Kitab Mustolah Hadis

200 Dai LDII se-Sulawesi Selatan Dalami Kitab Mustolah Hadis

Makassar, Beritakota Online-Seorang dai dipandang perlu meningkatkan ilmu agamanya. Dai tidak boleh cepat berpuas diri terhadap terhadap ilmu telah yang dimiliki. “Seorang muballig harus terus belajar,” kata pengajar Uztaz Abdullah Mas’ud di sela-sela pengajian ulama Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) se-Sulawesi Selatan di Masjid Al-Mukhlisin, Jalan Pramuka, Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Kamis (25/8/2016).

Menurut Abdullah Mas’ud, ilmu mustolah hadis adalah ilmu alat yang berguna untuk mengetahui kedudukan suatu hadis. Ia mengatakan, seorang penyampai sangat penting menguasai Ilmu Mustolah Hadis. “Kita akan tahu mana hadis yang layak menjadi pegangan dan mana hadis yang tidak layak menjadi pegangan,” tutur muballig alumni Mekah ini.

Pengajian ulama yang telah berlangsung sejak Senin (23/8/2016) ini diikuti 200-an dai LDII utusan kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Adapun pengajian ulama ini, rutin diselenggarakan 4 bulan sekali.

Pihaknya menyampaikan, dalam mendengarkan ilmu, seorang penyampai harus bersunguh-sungguh. “Sebab Alquran dan Hadis menjadi pedoman ibadah bagi umat, maka muballigh harus berhati-hati dalam mengajarkan ilmu,” ujarnya.

Selain itu, katanya, dai jangan berdusta di dalam menyampaikan ayat atau hadis. Padahal,  termasuk dosa besar jika berbohong dengan atas nama Allah SWT. “Jika ada orang yang menyampaikan ayat dengan tafsir yang ia sendiri tidak yakini kebenarannya, maka ia dikatakan berbohong,” ungkap guru Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri ini.

Abdullah Mas’ud melanjutkan, disamping harus menambah ilmu, muballigh harus memiliki budi pekerti yang baik. “Sebab seorang muballigh menjadi panutan bagi orang banyak,” imbuhnya. (*)

Editor : Andi A Effendy


Halaman Depan | Lihat Daftar Berita Pilihan, Berita Terkini | trackback from your own site.


Comments are closed.

View Desktop Version
by Mobile Domain