Penandatanganan Nota Kesepahaman Antara IRAI dan RPN untuk Riset Perkebunan Nasional

Penandatanganan Nota Kesepahaman Antara IRAI dan RPN untuk Riset Perkebunan Nasional

Jakarta, Beritakota Online- Upaya dalam pengembangan industri, termasuk dalam hal ini perkebunan, tidak dapat lepas dari kebutuhan riset yang mumpuni. Atas dasar mendorong sinergi riset dan pengembangan sub-sektor perkebunan, PT. Riset Perkebunan Nasional (RPN) dan PT. Independent Research and Advisory Indonesia (IRAI) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dua pihak sebagai penanda kerja sama dalam menjalankan riset dan pengembangan komoditas perkebunan.

Penandatanganan ini dilakukan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Kamis, 21 Juli 2016. Direktur Utama RPN, Dr. Ir. Teguh Wahyudi, M.Eng. dan Lin Che Wei, CFA sebagai Direktur Utama IRAI, menjadi pihak yang menandatangani langsung Nota Kesepahaman ini. Penandatanganan kedua belah pihak disaksikan pula oleh Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian, Ir. Musdhalifah Machmud, MM.

Melalui kerjasama yang mengawinkan dua lembaga riset nasional dengan latar belakang perkebunan dan ekonomi, diharapkan akan lahir hasil-hasil riset yang menjadi basis dari pengembangan komoditas perkebunan nasional yang strategis secara berkelanjutan. RPN sendiri merupakan induk dari enam pusat penelitian perkebunan di Indonesia yang mencakup Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKI), Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI), Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK), Pusat Penelitian Karet (PPK), Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) dan Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI). Di sisi lain, IRAI merupakan salah satu perusahaan riset dan konsultasi nasional yang memiliki spesialisasi dalam market dan industry research, corporate dan financial advisory, kebijakan publik, serta pelatihan.

RPN merupakan perusahaan riset yang memiliki pusat pusat penelitian perkebunan tertua di Indonesia. Dengan dilakukannya terobosan-terobosan untuk mendorong performa RPN beserta enam pusat riset yang dinaunginya, maka akan semakin besar pula kesempatan yang dimiliki oleh Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai produsen komoditas strategis. Lebih lanjut, kerja sama yang dilakukan dengan IRAI sebagai perusahaan riset dan konsultasi ekonomi tidak hanya akan memberikan hasil penelitian yang tidak hanya mencakup aspek teknis perkebunan, namun juga dapat menunjukkan implikasi nyatanya dalam pembangunan ekonomi dan isu food security nasional, yang sangat erat dengan sub-sektor perkebunan. ( marwan)

Editor : Andi A Effendy


Halaman Depan | Lihat Daftar Berita Pilihan, Berita Terkini, Berita Utama, Ekobis | trackback from your own site.


Comments are closed.

Tulisan Terkait

6 - Mar – 2015 - Admin1

Pelayanan Dinas Dukcapil Makassar “Semakin Dekat ” Dengan Warga

21 - Jul – 2015 - Admin1

Mahasiswa Asal Pangkep Tewas di Rumah Sakit Terkena Busur di Fly Over Makassar

19 - Jul – 2013 - Admin1

Kapolda : Pemkot Yang Bertanggung Jawab Bentrokan di Kandea

23 - Feb – 2016 - Admin1

Sikronisasi Peran Antar Penegak Hukum Dan Media di Jeneponto

30 - Oct – 2016 - Admin1

Kepsek Suartini Suaedy Berharap Dana Bos Secepatnya Cair di Pangkep

Tulisan Terkait

1 - Apr – 2016 - Admin1

KPPU Sampaikan Keterangan Dalam Sidang Uji Materi UU No. 18 Tahun 2009

1 - Jul – 2015 - Admin1

Pesta Sabu, Dua Pasangan Diwisma Diciduk Satpol PP

5 - Mar – 2014 - Admin1

Pramono Edhie Wibowo Temu Media Di Makassar

11 - Jul – 2015 - Admin1

Kapendam VII Wirabuana Serahkan THR Dan Bingkisan Menjelang Hari Raya Idul Fitri

8 - May – 2013 - Admin1

Soal Perang Kelompok, Tripika Kecamatan Bontoala Adakan Pertemuan

View Desktop Version
by Mobile Domain