Pangdam VII Wirabuana: Ormas Berperan dalam Deradikalisasi Dunia Maya

Pangdam VII Wirabuana: Ormas Berperan dalam Deradikalisasi Dunia Maya

Makassar, Beritakota Online-Radikalisme dan terorisme bukanlah persoalan agama, terlebih berkenaan dengan agama Islam. Terorisme merupakan kompleksitas permasalahan yang beragam.

“Islam itu bukan radikal. Islam itu bukan teroris. Ajarannya apalagi. Banyak orang yang ingin merusak islam dengan isu-isu seperti itu. Tugas kita bersama melakukan sebuah kebenaran,” ujar Panglima Kodam VII Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti di acara silaturrahim dan buka puasa bersama antara TNI dengan ormas islam di Baruga Hasanuddin, Rumah Jabatan Pangdam VII Wirabuana, Jalan Sungai Tangka, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (21/6/2016) petang.

Mayjen TNI Agus SB mengemukakan, saat ini banyak pihak yang menggunakan perantara dunia maya untuk melakukan penyesatan pemikiran. “Saya katakan, dunia maya saja sudah radikal. Ajaran paham yang ditampilkan di dunia maya itu bersifat radikal. Makanya harus ada deradikalisasi dunia maya,” ujarnya.

Pihaknya melanjutkan, deradikalisasi di dunia maya ditempuh melalui penyebaran konten-konten atau narasi positif dan bersifat meluruskan. “Kalau agama dibelokkan menjadi ajaran kekerasan, itu salah. Maka narasinya harus lurus menuju ajaran kedamaian,” ungkapnya.

Dilain sisi, kata Pangdam, masyarakat harus memahami literasi media. “Jadi, kita harus cerdas menggunakan media. Media jangan hanya sebagai unsur fun, tetapi media kita harus gunakan sebagai sarana untuk meningkatkan kapabilitas kita,” tutur jenderal bintang dua ini.

Ia mencontohkan, sebagai ormas islam, LDII dapat turut berkontribusi menangkal paham radikal di jagat maya. “Misalnya LDII, dalam dakwahnya bisa memberi narasi yang bagus. Kita membuat kontra narasi terhadap narasi yang tidak baik. Luruskan pemahaman yang tidak baik itu. Berikan sebuah pijakan dalam menjalankan ajaran agama dengan benar,” katanya.

Kodam VII Wirabuana sendiri, lanjut Mayjen Agus, telah meluncurkan website bela negara. “Di Kodam ada website bela negara. Konten bela negara dimuat di dalamnya. Teman-teman santri apa yang bisa dilakukan sebagai bela negara. Itulah yang dimuat di website bela negara,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menguraikan, terkait deradikalisasi nusantara yaitu bagaimana membawa nilai-nilai kultur bangsa atau budaya nusantara untuk menangkal radikalisme. “Di Nahdlatul Ulama (NU) ada Islam nusantara. Semua ini kita lakukan dengan pendekatan kearifan lokal. Sebab kearifan lokal adalah sebuah nilai yang sangat hebat dalam mengatasi kekerasan, terorisme, dan radikalisme,” tutupnya. (*)

Editor : Andi A Effendy


Halaman Depan | Lihat Daftar Berita Pilihan, Berita Terkini, Berita TNI, Liputan Haji 2016 | trackback from your own site.


Comments are closed.

Tulisan Terkait

26 - Mar – 2016 - Admin1

PT Hebel Industri Akan Bangun Pengelohan Biji Besi di Bantaeng Investasi Senilai Rp 10 Triliun

31 - Jan – 2013 - Admin1

Irman YL : “Kami Tidak Butuh Janji Kapolda”

8 - Apr – 2015 - Admin1

KPPU Adakan Forum Jurnalis Untuk Penerapan Nilai Persaingan Usaha Yang Sehat di Makassar

21 - Oct – 2015 - Admin1

LDII: HSN Langkah Mempersiapkan Generasi yang Berkarakter

15 - Aug – 2015 - Admin1

STIH-STIE Lamaddukelleng KKLP di Majauleng

Tulisan Terkait

18 - Nov – 2013 - Admin1

Berita Foto : GM Pertamina Pimpin Jumpa Pers ” Pertamina 10 K”

8 - Oct – 2014 - Admin1

Kontak Senjata di Poso , Satu Anggota Brimob Luka

27 - Aug – 2015 - Admin1

CJH Asal Papua Kloter 6 Masuk Asrama Haji Sudiang

15 - Nov – 2013 - Admin1

Gara -Gara Aksi Demo , Seorang Mahasiswa Korban Lakalantas

5 - Oct – 2016 - Admin1

Program KIP Dan KIS di Pangkep, Lurah Talaka Nilai Sangat Bermamfaat Untuk Masyarakat

View Desktop Version
by Mobile Domain