Jelang Ramadhan, KPPU Makassar Bahas Lonjatkan Harga Hadirkan Wagub Sulsel Dan Ketua Kadin Sulsel

Jelang Ramadhan, KPPU Makassar Bahas Lonjatkan Harga Hadirkan Wagub Sulsel Dan Ketua Kadin Sulsel

Makassar, Beritakota Online-Menanggapi fenomena kenaikan harga bahan kebutuhan pokok jelang bulan Ramadhan, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menggelar forum diskusi dengan menghadirkan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu’mang, serta Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel, Zulkarnain Arif. Diskusi yang digelar di Kantor KPPU Sulsel Makassar ini membahas barang apa saja yang harganya sering naik memasuki bulan Ramadhan. Selain itu, diskusi juga membahas persentase kenaikan masing-masing barang pokok. Ketua KPPU, Syarkawi Rauf mengatakan, diskusi bertujuan untuk mengantipasi kecurangan distributor, pedagang dan asosiasi yang sepakat menaikkan harga. Kasus yang marak juga menurut Syarkawi adalah mereka sengaja mengurangi pasokan sehingga harga menjadi tinggi di pasaran. Akibatnya, daya beli masyarakat rendah. “Kalau ada tindakan yang mengarah ke situ maka KPPU akan menindaki dengan setegas-tegasnya. Kita tidak mau tahu siapa pelakunya yang jelas itu terjadi dan ada bukti,” ujar Syarkawi Rauf usai diskusi berlangsung, Jumat (20/5/2016). Olehnya itu pihaknya rutin melakukan monitoring terhadap sejumlah komoditas yang dinilai rawan praktek kartel seperti daging sapi, beras, gula dan bawang merah. “Sejauh ini belum terlihat praktek kartel di Sulsel. Dari hasil monitoring didapati harga daging sapi di Sulsel terbilang murah di bawah Rp100 ribu,”ungkap Syarkawi. Senada dengan KPPU, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang menuturkan, kenaikan harga hampir terjadi setiap tahun namun masih terkendali. Bahkan, tahun ini pihaknya mengklaim stabilisasi harga jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Terkait komoditi yang dihasilkan Sulsel seperti daging sapi, bawang merah dan beras pihaknya mengendalikan serta memantau jalur distribusi untuk ke luar daerah. “Jangan sampai kita lepas untuk menutupi pasokan daerah lain justeru harga di daerah kita naik,” imbuh Agus. Namun sepanjang kenaikan tersebut menguntungkan petani, lanjut Agus, maka itu diperbolehkan. “Harga sekarang wajar-wajar saja yang penting jangan pedangnya ambil untung banyak,” pungkas Agus. (MC) (Azis Umar) Editor : Andi A Effendy


Halaman Depan | Lihat Daftar Berita Pilihan, Berita Terkini, Ekobis | trackback from your own site.


Comments are closed.

Tulisan Terkait

6 - Mar – 2016 - Admin1

Alhamdullilah, Tahanan Narkoba Reskrim Polda Sulselbar Akhirnya Tertangkap

11 - Aug – 2015 - Admin1

Rapat Koordinasi Pembangunan Energi Terbarukan PLTB di Jeneponto

20 - Aug – 2014 - Admin1

KPK Tahan Mantan Hakim Ad Hoc Tipikor PN Bandung

28 - Jun – 2012 - Admin1

Oknum Anggota Laskar Merah Putih Pukul Pegawai Kelurahan di DPRD

20 - Mar – 2016 - Admin1

Innalillahi Wainna Lillahi Rajiun, 13 Penumpang Pesawat Helikopter Yang Jatuh di Kebun Pesisir Selatan Poso Meninggal

View Desktop Version
by Mobile Domain