Reklamasi Kawasan CPI Bakal Berpengaruh Positif Terhadap Perkembangan Ekonomi Masyarakat di Sulsel.

Reklamasi Kawasan CPI  Bakal Berpengaruh Positif Terhadap Perkembangan Ekonomi Masyarakat di Sulsel.

Makassar, Beritakota Online-Di tengah rencana reklamasi kawasan Center Point of Indonesia (CPI) yang terus menjadi sorotan, kalangan pengusaha di Makassar justru memberi dukungan dan apresiasi.

Salah satunya datang dari Muh Tawing, selaku pelaku bisnis di Makassar. Ia mengatakan, kawasan CPI tersebut bakal berpengaruh positif terhadap perkembangan ekonomi masyarakat di Sulsel.

“Kalau ditinjau dari aspek ekonomi, reklamasi itu saya pikir harus didukung. Karena bagaimana pun juga, kita butuh ivestor untuk dapat berinvestasi. Nah, sementara daerah kita tidak bisa maju kalau tidak bisa didatangi investor,” kata Muh Tawing dalam diskusi publik, LBH-KAHMI MAKASSAR, dengan tema Reklamasi Pantai, Implikasi Hukum dan Lingkungan Hidup, Senin (2/4/2016).

Ia mengatakan, hal ini secara otomatis akan berefek pada pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan CPI.

“Kalau kita melihat secara makro, daerah maju pasti akan didatangi banyak orang. Geliat pertumbuhan ekonomi akan terus berjalan dan berputar. Pembangunan di kawasan CPI itu, akan banyak masuk pengunjung untuk berwisata kota, jadi tidak akan lagi ke Singapur hanya untuk melihat gedung tinggi, karena sudah ada di Makassar,” tambahnya.

Selain itu kata dia, pihak swasta yang berinvestasi di kawasan CPI itu, juga dipastikan akan memberikan kontribusi bagi perekonomian masyarakat.

“Kan ada dana CSR, undang-undang yang mewajibkan itu untuk mengeluarkan dana CSR untuk masyarakat. Sisa dikawal saja hukumnya,” ungkap Muh Tawing yang juga Ketua Pertina Makassar ini.

Bahkan dia memastikan, hampir pasti tidak akan ada dampak negatif dari aspek ekonomi, yang akan ditimbulkan dari pihak swasta yang berinvestasi di kawasan CPI tersebut.

“Secara sederhana, itu pasti lebih banyak untung dari pada ruginya. Karena pembangunan modern selalu memberikan dampak positif, mungkin tidak begitu cepat dirasakan manfaatnya, tapi perputaran ekonomi di kawasan CPI nanti itu akan kita rasakan beberapa tahun berikutnya, dan akan dinikmati masyarakat,” jelasnya.

“Jangan biarkan daerah kita stagnan, yang tidak bisa dimasuki oleh pihak swasta atau investor. Kita menginginkan perkembangan, kita jangan menjadi penonton terus,” tutup Muh Tawing.

Sementara itu, Mantan Staf Ahli Kebijakan Publik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Prof Amran Razak menganggap, pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mesti menerapkan pengawasan dan aturan yang cukup, dalam memasukkan pihak swasta di CPI nanti.

Ia mengatakan, jangan sampai CPI yang awalnya diperuntukkan untuk kepentingan publik, justru akses bagi masyarakat umum sangat terbatas dengan adanya pihak swasta.

“Apa pun yang terjadi harus tetap bahwa ini adalah milik negara dan harus dominasi negara. Okelah, kalau memang betul dana terbatas dan melibatkan pihak swasta, tapi kita harap tetap pemerintah mendominasi,” ungkapnya.

Editor : Andi A Effendy
Sumber : Rakyatku


Halaman Depan | Lihat Daftar Berita Pilihan, Berita Terkini, Berita Utama, Ekobis | trackback from your own site.


Comments are closed.

Tulisan Terkait

14 - Sep – 2013 - Admin1

Keterlambatan Pembahasan APBD Perubahan 2013 Kota Makassar

6 - Apr – 2016 - Admin1

Universitas Sawerigading Studi Lapang di Takalar

21 - Mar – 2016 - Admin1

Wakorlantas Apresiasi Polda Sulselbar Terkait Keselamatan Berlalu Lintas, Diharapkan Polda Lain Mengikuti

22 - Apr – 2016 - Admin1

Soal Kasus Korupsi Mandek, Kapolda Sulselbar Yang Baru Ditantang Aktivis LSM dan Mahasiswa Untuk Selesaikan

13 - Jul – 2015 - Admin1

Peluncuran Aplikasi PRT Berbasis Android

Tulisan Terkait

31 - Jul – 2013 - Admin1

Anggota Satpol PP di Makassar Keroyok Polisi

19 - Sep – 2013 - Admin1

JSI : Petahana Sementara Masih Unggul Di Pilkada Pinrang

28 - Feb – 2016 - Admin1

Polsek Manggala Ciduk DPO Pelaku Begal di Borong Raya

14 - Nov – 2016 - Admin1

Danramil Ma’rang Pangkep Sosialisasi Nilai Kepahlawan Siswa SMPN 1

6 - Mar – 2013 - Admin1

Ribuan Tenaga Kerja Outsorcing di Kawasan Industri Medan Tidak Ikut Jamsostek

View Desktop Version
by Mobile Domain