Konsolidasi LDII Dorong Partisipasi Terkait UU Desa

Konsolidasi LDII Dorong Partisipasi Terkait UU Desa

Makassar, Beritakota Online- Wasekum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Basseng mengungkapkan, pemerintah hadir untuk melayani masyarakat. Pemerintah dapat dikatakan tidak profesional, jika membangun daerah tanpa mendengar aspirasi masyarakat.

“Keluarnya Undang-undang (UU) Nomor 6 tahun 2014, melahirkan perubahan lingkungan strategis. Melalui UU desa ini, unit pemerintahan desa bisa mengatur dirinya sendiri, sehingga lahir program desa membangun,” kata Basseng saat menjadi pembicara dalam konsolidasi organisasi LDII se-Sulawesi Selatan di Masjid Nurul Hakim, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/4/2016).

Sebab pengurus Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII ada di desa, kata Basseng, maka mereka diharapkan ikut andil dalam proses pembangunan. “Kalau ada musyawarah desa, pengurus PC/PAC bisa memberikan masukan, sebagai kontribusi LDII terhadap pemerintah,” ujar pria asal Wajo ini.

Tidak hanya berkecimpung dalam dakwah, kata Basseng, LDII juga mengoptimalkan peran biro-biro lainnya. “Dakwah itu menjadi tugas mainstream dari LDII. Selain itu, di DPW LDII Sulawesi Selatan ada biro pemberdayaan perempuan dan biro lingkungan hidup. Semua aspek LDII bisa memberikan kontribusi,” ujar doktor lulusan Universitas Indonesia ini.

Menurut Basseng, DPP LDII telah mengeluarkan program 3 K yaitu “Karya, Kontribusi, dan Komunikasi”. Memberi masukan pembangunan kepada jajaran pemerintahan desa harus ditopang dengan karya, sebuah konsep, atau inovasi. “Misalnya membangun jembatan yang baik. Itu bisa disebut karya,” ujar Basseng.

Dengan aktifnya pengurus ormas di kecamatan atau kelurahan, kata Basseng, menjadi indikator bahwa suatu desa dapat mengurus rumah tangganya sendiri.

Di tempat yang sama, wakil ketua LDII Sulsel Sukardi Weda menguraikan, agar bisa berkembang, LDII harus menjadi organisasi pembelajar (learning organization). “Ketika organisasi ingin survive, maka harus selalu belajar. Kalau tidak belajar, maka tidak bisa survive,” ujarnya.

Sukardi menjelaskan, lahirnya UU Desa menjadi bahan bagi LDII untuk meningkatkan kualitas karya, kontribusi, dan komunikasi. (*) ( Azis Umar)

Editor : Andi A Effendy


Halaman Depan | Lihat Daftar Berita Pilihan, Berita Terkini, Berita Utama, Hukum dan Kriminal | trackback from your own site.


Comments are closed.

Tulisan Terkait

15 - Nov – 2015 - Admin1

Kasdam XII Tanjung Pura Berangkatkan Tim Bhakti Sosial Kesehatan Pemulihan Dampak Asap

11 - Jul – 2016 - Admin1

400 Mobil dan Ratusan Unit Motor Warnai Puncak Arus Balik di Pelabuhan Pamatata

2 - Jul – 2016 - Admin1

Sat PJR Ditlantas Bekerjasama BNNP Lakukan Tes Urine Supir Di Terminal Daya Dan Malengkeri

14 - Jan – 2015 - Admin1

Polsek Panakkukang Ciduk Dua Pelaku Curpeda di Makassar

9 - Feb – 2017 - Admin1

Ada Kecamatan Belum Rampung Pendataan Pemilih Tetap Untuk Pemilihan RT/RW, Walikota Ancam ” Copot” Camatnya

Tulisan Terkait

8 - Oct – 2013 - Admin1

Pekerja Kuli Tinta Jadi Sasaran Tembak Pengiriman Shio

20 - Mar – 2013 - Admin1

Komisi I: Pengganti KSAD Jenderal Pramono Edhie Otoritas SBY

22 - Nov – 2013 - Admin1

Dewan : Mengatasi Banjir di Makassar Anggarannya Besar

4 - Oct – 2015 - Admin1

Danrem 131 Bagikan 1000 Paket Sembako Masyarakat Likupang

21 - Dec – 2016 - Admin1

Selayang Pandang Desa Batara, Tempat Pelantikan 33 Kepala Desa Terpilih di Pangkep

View Desktop Version
by Mobile Domain