Situation Room Center APP Sinar Mas Forestry Sebagai Komando Pemantauan dan Penanggulangan Karlahut

Situation Room Center APP Sinar Mas Forestry Sebagai Komando Pemantauan dan Penanggulangan Karlahut

Jakarta , Beritakota Online-Dalam upaya memperkuat upaya mencegah dan menanggulangi kebakaran lahan dan hutan (karlahut), Asia Pulp & Paper (APP) – Sinar Mas mengaktifkan Situation Room Center yang berlokasi di kantor pusat Jakarta sebagai salah satu langkah pendeteksian dini titik api di konsesi pemasok APP yang ada di seluruh Indonesia. “Dengan adanya situation room center ini, kami dapat memantau titik api yang muncul di sekitar areal konsesi pemasok kita secara real time,” ungkap GM Fire Management APP Sinar Mas Sujica Lusaka.

Sujica menjelaskan, peta dan sistem yang digunakan merupakan hasil pengembangan oleh tim Information Technology (IT) Sinar Mas Forestry. “Peta dan sistem ini mengambil data dari Geospasial Information System (GIS), serta di overlay dengan temuan dari pantauan geothermal imaging dari pesawat udara. Perpaduan data ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi dan kecepatan pendeteksian titik api,” tambah Sujica.

Menurutnya sejak informasi awal di tangkap kamera geothermal yang dibawa oleh pesawat cessna, data lokasi titik api aktual dapat didistribusikan ke distrik dalam waktu 2 menit, dan pesawat Cessna yang membawa kamera geothermal ini akan terbang mengelilingi konsesi pemasok APP di wilayah Sumatera selama 6 jam per hari yang disesuaikan dengan skala prioritas berdasar fire danger rating system (FDRS).

Sementara itu, FDRS dalam peta situation room center didapat dari data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) digabung dengan data Automatic Weather System (AWS) yang ada tiap distrik pemasok APP yang meliputi tingkat kelembapan, arah angin, temperatur, dan tekanan udara sehingga situasi terkini di konsesi (dan juga di luar konsesi) berupa suhu, cuaca, sampai sebaran titik api dapat diketahui. Demikian pula tindakan yang harus dilakukan, sesuai dengan skala prioritas. “Situation room dikendalikan 4 operator dan 1 supervisor, dan saat FDRS menunjukan warna kuning dalam artian rawan kebakaran, ruangan ini akan dioperasikan 24 jam,” terang Sujica.

“Teknologi yang kami kembangkan untuk memantau real fire, sedangkan informasi teknologi yang sebelumnya digunakan adalah untuk mendeteksi hotspot. Yang penting dipahami, hot spot berbeda dengan fire spot (titik api). Dimana temuan hot spot di satu wilayah tidak selalu berbentuk api, selain itu pantauan hotspot satelit bisa 6 jam sampai 12 jam,” terang Sujica. “Saat ini kami gunakan teknologi untuk memantau real fire yang mendekati real time, karena hanya membutuhkan waktu kurang dari 2 menit untuk mengolah dan mendistribusikan data ke dalam portal intranet yang bisa diakses oleh seluruh distrik pemasok kita” tambah Sujica.

Sementara Direktur Sinar Mas Forestry Elim Sritaba menegaskan bahwa pihaknya juga akan bersikap proaktif dalam kegiatan pemadaman. Misalkan di satu wilayah, pemadaman telah berlangsung lebih dari 1 hari, maka akan segera dilakukan evaluasi, “Kami akan berkoordinasi dengan distrik terkait agar langkah lanjutan dapat segera diambil. Apakah perlu memobilisasi pasukan pemadam dan peralatan dari wilayah lain. Karena kunci dalam aktivitas pemadaman adalah kecepatan,” tambahnya.

Elim mengungkapkan pula, dalam mengembangkan sistem yang ada di situation room center sampai dengan mengoperasikan pesawat geothermal imaging, pihaknya menginvestasikan dana sekitar USD 5 juta dari total investasi yang sebesar USD 20 juta untuk upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan dan hutan (karlahut) tahun 2016. APP-Sinar Mas juga akan bertindak tegas terhadap para kontraktor pemasok APP yang tidak mengikuti prosedur kerja yang diterapkan. “Menjaga dan menghindarkan munculnya titik api membutuhkan kerjasama berbagai pihak, salah satunya peran kontraktor di area konsesi kami,” terangnya

Untuk mengoptimalkan tugas dilapangan, saat ini APP Sinar Mas telah mempersiapkan regu pemadam kebakaran (RPK) yang tugas dan tanggungjawabnya tidak hanya berfokus kepada pemantauan dan pemadaman api di konsesi pemasok APP, tapi juga hingga di kawasan yang berada diluar konsesi (maksimal radius 5 km). Selain itu, 4 helikopter, serta sejumlah peralatan berat seperti pompa, selang, nozzle juga telah disiapkan. APP-Sinar Mas juga telah membangun lebih dari 400 pos pantau dan 80 menara api. “Saat ini kami juga memiliki 1.600 orang RPK tersertifikasi oleh Manggala Agni yang tugasnya fokus pada pemantauan dan pemadaman api. Jadi pada saat musim basah, kegiatan mereka berisikan training dan pengembangan skill,” tutup Sujica. ( Marwan)

Editor : Andi A Effendy

 


Halaman Depan | Lihat Daftar Berita Pilihan, Berita Terkini, Berita Utama, Ekobis | trackback from your own site.


Comments are closed.

Tulisan Terkait

1 - Feb – 2014 - Admin1

Kementerian PU Dukung Revitalisasi Kawasan Kumuh Tallo

14 - Jul – 2016 - Admin1

Seluruh UPTD Samsat Se Sulsel Sosialisasikan Program Penghapusan Denda PKB Sampai September 2016

22 - Sep – 2012 - Admin1

Pelindo Janji Sipkan 54 Lapak

24 - Feb – 2015 - Admin1

Sangkala Taepe: Bersama Kita Bangun Pangkep “Sejahterakan Rakyat”

6 - Jun – 2014 - Admin1

Anggota Polisi VS Polisi Pamong Praja di Antang

Tulisan Terkait

11 - Sep – 2016 - Admin1

Jamaah An Nadzir Sudah Shalat Id Idul Adha Hari Ini

27 - Feb – 2013 - Admin1

Banyak Kasus Mandek, Kompolnas Sorot Kinerja Polda Sulsel

9 - Jul – 2014 - Admin1

Berita Foto : Syukuran Kemenangan Sementara Jokowi-JK Tim Sukses di Makassar Gundul Kepala

6 - Jun – 2014 - Admin1

Uang Pegawai Honorer Dinas PU Makassar Dirampok

3 - Aug – 2015 - Admin1

Majelis Pusat Muhammadiyah Tanam Padi di Maros

View Desktop Version
by Mobile Domain