Stakeholder Meeting Proyek Promote ILO di Provinsi Sulawesi Selatan

Stakeholder Meeting Proyek Promote ILO di Provinsi Sulawesi Selatan

Makassar, Beritakota Online-ILO-Promote Project melaksanakan kegiatan stakeholder meeting atau pertemuan dengan para pemangku kepentingan terkait di Makassar. Pertemuan dimaksudkan untuk membahas kemajuan kegiatan proyek, temuan dan tantangan serta keberlanjutannya di Provinsi Sulawesi Selatan. Selain itu, melalui kegiatan ini managemen ILO-Promote dan mitra pelaksana berhadap bisa mendapat saran dan masukan dari para pemangku kepentingan untuk mengatasi berbagai kendala yang dihadapi, demi memudahkan pencapaian tujuan proyek yakni mempromosikan kerja layak untuk PRT (Pekerja Rumah Tangga) dan penghapusan PRT Anak.

Sekitar 50 orang peserta dari beberapa intansi terkait seperti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulsel, Dinas Pendidikan, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Provinsi Sulsel, dll, hadir di kegiatan ini. Selain itu, perwakilan LSM,  serikat Buruh dan organisasi keagamaan serta akademisi dan wartawan juga ikut aktif dalam kegiatan ini.

Dimulai pada pukul 10.00 pertemuan dimulai dengan presentasi oleh koordinator provinsi ILO-Promote  Rasyidi Bakry. Dalam presentasinya, Rasyidi menyampaikan update kegiatan yang telah dilaksanakan oleh ILO-Promote secara nasional. Beberapa hal yang mendapat penekanan seperti keberhasilan ILO-Promote mengembangkan Modul Training of Trainer (ToT) kerja layak PRT dan Penghapusan PRTA dan Kode Etik Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PRT) dan Penghapusan PRT Anak bekerjasama dengan Asosiasi Pelatihan dan Penempatan Pekerja Rumah Tangga Seluruh Indonesia (APPSI). Dengan kode etik ini APPSI berkomitmen untuk tidak lagi menyalurkan PRT berusia di bawah 18 tahun dan secara intens melakukan pengawasan terhadap PRT yang telah ditempatkan. Selaian itu, Rasyidi juga menginformasikan tentang pembuatan 9 photo story dan video diary oleh pelajar di Makassar dan Jakarta yang berisi materi kerja layak untuk PRT dan penghapusan PRT anak.

Andi Yulia (Kepala Seksi Norma Kerja Perempuan dan Anak Disnakertrans Sulsel) menjadi pemateri kedua, yang menjelaskan tentang tentang Program dan Kegiatan Dinas Tenaga Kerja dan Provinsi Sulsel yang relevan dengan Promote Project dan bagaimana mensinergikannya dengan Promote Project ke depan.

Presentasi berikutnya adalah update dari mitra kerja ILO di Sulsel yakni Forum Pemerhati Masalah Perempuan (FPMP) Sulsel dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulsel. Umi Jusmiati Lestari dari FPMP menjelaskan tentang perkembangan Sekolah PRT yang telah dibangun atas dukugan Promote bekerjasama dengan JALA PRT Jakarta. Selanjutnya, Warida Syafei dari LPA menginformasikan tentang berbagai kegiatan yang telah mereka lakukan untuk penghapusan PRT anak, seperti mengembangkan pemantauan berbasis komunitas di beberapa kelurahan di Makassar.

Tanggapan dan Usul Peserta

Setelah presentasi, para peserta yang hadir diberi kesempatan untuk memberikan masukan. Sakka Pati, akademisi dari UNHAS yang mengangkat disertasi doktoralnya mengenai perlindungan hukum PRT menyarankan agar Promote lebih banyak melibatkan majikan dan juga akademisi dalam implementasi kegiatannya. Dia menyarankan agar dibentuk assosiasi majikan karena menurutnya, selama ini banyak majikan yang resisten dengan isu yang diusung ILO-Promote karena menganggap hal itu hanya untuk kepentingan PRT. Padahal program ini juga hadir untuk memenuhi kepentingan majikan. Menurutnya kalau PRT bekerja lebih professional, tentu majikan juga yang diuntungkan.

Selain itu, Ahmad dari dinas pendidikan mengusulkan agar Sekolah PRT yang dinisiasi FPMP agar diubah namanya jadi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) agar bisa mengakses dana dari pemerintah.

Perwakilan dari serikat buruh, Iskandar dari KSPI dan Andi Mallanti dari KSBSI serta Nur dari KSPSI, menyarankan agar pemerintah segera menerbitkan aturan hukum terkait perlindungan terhadap PRT baik di nasional maupun di daerah.

Dari perwakilan media yang hadir bersepakat untuk memberi perhatian terhadap isu terkait PRT dan mulai membiasakan untuk menggunaka istilah PEKERJA dari pada pembantu rumah tangga, mengingat peran penting PRT yang tidak kalah dengan pekerja atau buruh yang lain.




Halaman Depan | Lihat Daftar Berita Pilihan, Berita Terkini, Berita Utama | trackback from your own site.


Comments are closed.

Tulisan Terkait

1 - Jan – 2017 - Admin1

Video : Pamin I Samsat Makassar Rayakan Tahun 2017 Bersama Penjual Sayur Dan Ikan Dijalan Raya

13 - Sep – 2015 - Admin1

Kapolda Sulselbar : Polisi Sebagai Pelayanan Dan Melindungi Masyarakat

21 - May – 2015 - Admin1

Optimalkan Pelayanan Prima, Samsat Pangkep Sasar Karyawan PT.Semen Tonasa

2 - Sep – 2015 - Admin1

Warga Dipungut Diluar PNBP, Lemkira Sulsel Sorot Pelayanan Samsat Pinrang

8 - May – 2012 - Admin1

Yugo Bantah Suaranya Yang di Duga Memeras Pengusaha Elpiji

View Desktop Version
by Mobile Domain